Tuesday, 24 May 2016

Patung Cendana

Assalamualaikum semua.....

*jap ye...nk bersihkan blog nie dulu* Fuhh~ ~ ~ Fuhhh ~ ~ ~

Sebenarnya tak ada apa pun nak berkongsi kali ni, sekadar nak share atau simpan puisi di sini. Untuk yang bertanya apa tajuk puisi ni, jujurnya nurul pun tak tahu nak bagi tajuk apa, cukup la dengan tajuk PATUNG CENDANA. Kenapa Patung Cendana? biarlah nurul sorang je yang tahu apa ertinya.

Selamat menghayati puisi yang tidak bertajuk ini dengan penuh penghayatan...kata orang, kata2 dari hati akan sampai ke hati *tapi jangan sampai terjatuh hati dengan si penulis nie sudah lah*

*********************************************************************************

Dalam kepekatan malam....
Dia menikmati heningnya suasana malam...
Bagaikan suara alam sedang berbicara dengannya...
Lantas dia tersedar....
Tentang satu hal...
Setelah 5 detik dia bersabar...
Setelah 5 saat dia beralah...
Setelah 5 waktu dia berkorban...
Kini...
Dia hanya dia..
Kemana jua dia prgi...
Dia hanya dia...
Tiada lagi teman disisi...
Tiada lagi helai tawa menemani tiap langkahnya..
Tiada lagi suara yang berbicara di setiap jejaknya...
Yang hanya ada...dia...
Dia..
Melewati 1 detik yang tinggal..
Melewati 1 saat yang ada...
Melewati 1 waktu yang tersisa..
Hanya dia..
Tanpa sedar...
Ada manik2 jernih yang menjadi penemannya malam itu...
Manik2 yang hadir itu adalah untuk menyampaikan luahan hatinya...

Terkulai aq dalam lelah...
Habis mata menangisi air...
Juga habis darah ditangisi..
Puas mata ku berendam..
Kini...
Hanya tinggal hati yang memendam...
Sabarku duji..
Beralahku merendahkanku...
Pengorbananku hanya mengorbankanku...
Kadangkala ku tertanya..
Apa salahku sampai aq diseksa begini...
Hingga zahir terpaksa aq batinkan..
Dan yang batin terpaksa aq zahirkan...
Aq tertanya2..
Binggung aq jadinya...
Kenapa begitu sekali aq dihukum?
Mengapa ini berlaku?
Bagaimana ia tercetus?
Dimana punca segalanya?

Sungguh..
Kalian telah membuka topeng kalian...
Menunjukkan siapa watak disebali topeng itu..
Namun,...
Jangan kalian sesekali lupa..
Langit takkan selalunya cerah..
Suatu hari pasti akan dipukul guntur..
Setelah puas lamanya dia menjinak mega...
Dan...
Jangan sesekali korang lupa...
Dan jangan pernah sesekali korang alpa..
Aq belum membuke topengku lagi..
Andai kalian rasa aq boleh dipijak..
Kalian silap..
Andai kalian rasa aq tidak punya maruah...
Kalian silap..
Andai kalian rasa aq suka dengan semua ini..
Kalian silap...
Andai kalian rasa aq tidak punya hati dan perasaan...
Kalian silap..
Bumi ini bulat...
Roda itu akan terbalik...
Kalian akan berada ditempat aq dahulu..
Rasalah apa yang pernah aq rasa...
Dari insan2 seperi kalian..
Tapi..
Ketika itu...
Adakah aq kan menjadi seperti kalian...
Takk akn.. sesekali...
Siapa yang mahu menjadi manusia zalim?
Terima kasih atas kebaikan kalian dahulu...
Terima kasih atas watak kalian disebalik topeng itu...
Kerna,itulah aq terus kuat untuk melangkah...
Melangkah untuk melunturkan mega...

*********************************************************************************

Okey lah...sampai disini sahaja dahulu coretan hati yang setelah sekian lama telah diabadikan di ig dan kini tiba masanya untuk diabadikan di dalam blog nie...

Semoga kalian mendapat maanfaatnya dari penulisan nie...lain orang,lain penerimaanya...tapi,tak kiralah sebanyak mana kalian dapat,sedikit mana kalian dapat...yang baik jadikan lah tauladan dan yang buruk jadikan sempadan...


Hidup bukanlah untuk membalas siapa yang pernah menyakiti kita...
Tapi...
Bagaimana kita belajar menjadi lebih baik dari mereka yang pernah menyakiti kita..
Dan....
Belajarlah macam mana nak "kuat" dari suatu yang dipanggil "sakit"


Fake your smile...
Fake your feeling...
But..
Never fake yourself...


Next
This is the most recent post.
Older Post

0 comments:

Post a Comment